MIRIS! Dokter Cantik Ini Pasrah saat Dihajar Massa, Langsung Ingat Suami dan Bayinya di Rumah
Dokter Fanny Eprilia Tika (28) telah menjadi korban pengeroyokan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh , pada Selasa (28/9) pagi.
Ia mengalami luka lebam pada bagian betis belakang sebelah kanan akibat terkena masalah kursi. Potretnya pun viral , kala terjepit meja dan dikerumuni warga.
Kepolisian Daerah (Polda) Aceh telah bangga. Video perusakan Puskesmas Sangkalan tengah ramai jadi sorotan. ratusan masyarakat dan nelayan yang berada di TPI Ujong Serangga tampak mengobrak-abrik.
Simak ulasan dan video berikut ini, seperti dihimpun dari akun Instagram @fnnyprilia dan @kabaraceh, Jumat (1/10).
Program Vaksinasi Gratis jadi Ricuh
vaksinasi Covid-19 yang diadakan oleh pihak Polsek Susoh bersama Koramil/04 Susoh, Pol Airud, dan Puskesmas Sangkalan. Sayangnya aksi tersebut tidak disambut hangat oleh warga sekitar.
sejumlah masyarakat termasuk nelayan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Ujong Serangga, Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya) berdemo dengan merusak segala fasilitas yang ada.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, menyebutkan bahwa kericuhan diduga karena kurangnya edukasi mengenai vaksin.
"Salah satunya ya karena kurangnya edukasi, makanya terjadi kematian itu," kata Winardy kepada awak media, dilansir dari @kabaraceh, Selasa (28/9).
Terkait aksi vaksinasi gratis, Polda Aceh dan Polres Abdya akan melakukan persuasi, serta mengedukasi masyarakat.
Dokter Cantik jadi Korban Pengeroyokan
Bahkan seorang dokter di Puskesmas Sangkalan tak lepas dari serangan massa. Ia tak menyangka, warga yang menolak divaksin akan mengerumuni, mengamuk, dan merusak meja kerja. Termasuk menerima lemparan batu dan pukulan menggunakan kursi plastik.
Lantaran terhimpit, Fanny pun melihat secara langsung perusakan. Baik menghancurkan meja kerja, berkas, dan jumlah alat kesehatan lainnya.
"Ini saat saya sedang diamuk massa, tinggal saya yang belum berhasil lolos dari situ karena terhimpit meja. Yang memegang kursi yang memukul saya. Saat itu yang saya lihat, seperti hidup saya sudah berakhir di sini yang terbayang hanya suami dan anak saya di rumah yang sedang menunggu saya pulang," tulis Fanny dalam akun @fnnyprilia.
Fanny mengaku sedih, hanya bisa pasrah saat dikeroyok warga. Sembari mengingat suami dan bayi kecilnya di rumah.
" Tolong pemerintah, katakan kepada masyarakat jika kami ini tidak pernah sakit, Dan tolong katakan jika kami hanya menjalankan perintah kalian, bukan kami yang membuat aturan. Kami tidak memaksa siapa pun untuk divaksin jika tidak," pungkasnya.
Alasan Tolak Vaksin Covid-19 Bikin Ngelus Dada
Marahnya warga dan nelayan dari TPI Ujong Serangga itu disinyalir karena merasa pendapatan jadi berkurang.
Kabid Humas Polda Aceh mengatakan bahwa pasar ikan menjadi sepi pengunjung. Karena banyak anggota Polisi yang berjaga di gerbang masuk dan menanyakan tentang vaksin. Jika belum, disarankan untuk mengikuti vaksinasi.
Hal itu dinilai membawa dampak bagi pasar. Pengunjung yang sepi menyebabkan pendapatan harian berkurang.
"Mereka marah karena kegiatan vaksinasi tersebut menyebabkan pengunjung di PPI Ujung Serangga sepi dan memengaruhi pendapatan mereka," papar Winardy.
Akibat insiden tersebut, banyak peralatan kesehatan yang rusak dan tidak dapat digunakan lagi.
"Kita akan tetap melakukan penyelidikan karena kerusakannya lumayan parah. Di mana satu posko vaksin rusak, jumlah dosis vaksin yang rusak, alat medis berupa masker, handsanitizer, alat tensi, jarum suntik dan obat-obatan yang rusak dan tidak bisa digunakan lagi," katanya. .
Video Viral Pembubaran dan Pengeroyokan
berikut video.
Sumber : merdeka.com
Belum ada Komentar untuk "MIRIS! Dokter Cantik Ini Pasrah saat Dihajar Massa, Langsung Ingat Suami dan Bayinya di Rumah"
Posting Komentar